Dakwah Rasulullah dan Kemuliaan Rasulullah PDF Print E-mail
Dakwah Rasulullh dan Kemuliaan Rasulullah saw-
Kehormatan Rasulullah saw adalah lebih besar daripada kehormatan orang lain. Beliau lah yang menghidupkan dunia kembali. Berkaitan dengan Arab, perzinahan, mabuk dan berperang satu sama lain adalah ciri utama mereka. Mereka telah menghapus hak-hak makhluk hidup (mereka telah menghilangkan anggapan bahwa mereka punya tugas atau hak atas yang lain. Simpati dan niat baik telah hilang. Tidak hanya hak-hak makhluk hidup yang telah diinjak-injak, hak-hak Tuhan pun juga telah tertutup dalam kegelapan yang pekat. Batu-batuan, tumbuh-tumbuhan dan bintang-bintang dijadikan sekutu Tuhan Yang Maha Perkasa. Berbagai macam atheis merupakan hal yang lazim. Manusia yang lemah, bahkan bagian tubuh yang bersifat pribadi pun disembah. Jika seseorang yang berhati tulus menyaksikan keadaan ini dia akan melihat sebuah bentuk tirani yang sangat mengerikan. Hal itu merupakan satu sisi tubuh yag lumpuh, tetapi kelumpuhan itu mempengaruhi kedua sisi (tubuh manusia). Kejahatan total di daerah tersebut, kedamaian dan keamanan tidak terdapat di daratan ataupun di lautan.
 


Lihatlah Rasulullah saw pada masa kegelapan tersebut. Beliaulah yang meletakkan kedua bagian itu pada tempatnya. Beliau meletakkan hak-hak manusia, demikian juga hak-hak Tuhan pada tempatnya. Seseorang dapat memahami kesempurnaan moral Rasulullah saw dengan melihat masa kegelapan di masa hidup beliau dan perubahan yang beliah lakukan.  Musuh-musuh Rasulullah saw menganiaya beliau dan para pengikut beliau – dan penganiyaan ini begitu keras – tetapi ketika beliau memiliki kekuatan untuk memperlakukan mereka sekehandak beliau, beliau memperlihatkan kemurahan hati yang luar biasa.

Tidak ada kesusahan yang tidak ditimpakan Abu Jahal dan teman-temannya kepada Rasulullah saw. Wanita-wanita islam yang malang diikatkan pada unta dan unta-unta itu dilarikan kea ah yang berlainan; merobek tubuh-tubuh wanita islam itu; kesalahan mereka hanyalah karena mereka telah beriman kepada la ilaaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah). Walau demikian Rasulullah saw mendidik kesabaran. Dan ketika Mekkah ditaklukkan, beliau memaafkan mereka semua dengan mengatakan: laa tatsriba ‘alaikumul yauma. Betapa besar kesempurnaan dari budi pekerti itu; hal itu tidak terdapat pada nabi lain manapun. Pendeknya kalian harus memiliki budi pekerti yang tinggi, karena itulah kunci perbuatan-perbuatan baik. (Malfudzat, vol II.hal.79-80)



Related news items:
Newer news items:
Older news items:

 

Add comment


Security code
Refresh

Add Site to FavoritesAdd Page to FavoritesMake HomepageShare This PageEmail This Page
Back to Top

Popular

powered by camp26
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday458
mod_vvisit_counterYesterday492
mod_vvisit_counterThis week458
mod_vvisit_counterThis month4033
mod_vvisit_counterAll82012