|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 06 December 2009 21:41 |
|
1-islam.net - Kebanyakan dari umat Kristiani karena tidak memahami realitas Maghfirah, biasanya membayangkan seseorang yang sedang mencari Maghfirah sebagai orang yang fasik dan berdosa. Jika direnungi secara mendalam pengertian daripada Maghfirah akan jelas bahwa justru seseorang yang tidak mencari Maghfirah dari Allah yang Maha Kuasa adalah seorang yang fasik dan kotor. Karena setiap kesucian yang murni merupakan anugerah daripada-Nya dan hanya Dia saja yang bisa membentengi seseorang dari badai nafsunya maka sewajarnyalah bagi para hamba-Nya yang muttaqi untuk selalu mencari Maghfirah dari sang Maha Penjaga dan Maha Pelindung.
|
|
Last Updated on Wednesday, 30 December 2009 17:34 |
|
|
Mengikuti Jejak Nabi Ibrahim dan Siti Hajar |
|
Thursday, 26 November 2009 17:25 |
|
Kisah Keluarga Nabi Ibrahim(a.s.) Idul Adha adalah memperingati peristiwa [atas] kecintaan sejati kepada Tuhan yang diperlihatkan oleh Nabi Ibrahim (a.s.) lebih kurang 4000 tahun yang lalu. Sejak itu, hasil dari peristiwa tersebut dunia tengah menyaksikan hingga hari ini. Seorang anak laki-laki dilahirkan di Negeri Urr, lebih kurang 4000 tahun yang silam di sebuah rumah seorang pembuat berhala. Dan ia tumbuh dewasa di suatu keluarga yang siang malam cenderung dalam perkumpulan menyekutukan Tuhan dan menyembah berhala-berhala. Namun anak ini terlahir dengan hati yang diterangi nur Ilahi dan memandang jijik terhadap berhala-berhala semenjak masa kanak-kanaknya.
|
|
Thursday, 12 November 2009 13:47 |
|
Sebutan Khataman Nabiyin yang dikenakan kepada Rasulullah saw mengharuskan bahwa Kitab yang diwahyukan kepada beliau adalah juga kitab yang paling sempurna dibanding semua kitab-kitab samawi lainnya serta merangkum keseluruhan keluhuran ajaran ruhani. Ketentuannya adalah sebagaimana tingkat derajat kekuatan ruhani dan kesempurnaan batin dari sosok yang menerima wahyu Allah, begitu pulalah derajat kekuatan dan keagungan dari firman bersangkutan. Mengingat kekuatan ruhani dan kesempurnaan batin Rasulullah saw adalah dari tingkat yang paling luhur, yang tidak akan mungkin disamai atau dilampaui oleh orang lain, demikian jugalah derajat Kitab Suci Alquran yang keluhurannya tidak akan bisa dicapai oleh Kitab-kitab samawi terdahulu. Kemampuan dan kekuatan ruhani Rasulullah saw adalah yang tertinggi dari semuanya, dimana semua bentuk kesempurnaan telah mencapai puncaknya dalam diri beliau. Karena itu Kitab Suci Alquran yang diwahyukan kepada beliau adalah juga Kitab yang sempurna dimana keluhuran daripada mukjizat firman mencapai titik tertinggi di dalamnya. |
|
Last Updated on Saturday, 14 November 2009 10:54 |
|
AKHLAK MULIA RASULULLAH saw |
|
Saturday, 07 November 2009 22:30 |
Pemberi petunjuk kita yang kamil, Rasulullah saw terpaksa harus menyaksikan dan mengalami kedua hal ini. Pada suatu ketika beliau dilempari batu di Thaif, pada saat yang lain lagi kelompok mayoritas telah memberikan kesengsaraan-kesengsaraan fisik yang sangat keras. Akan tetapi keteguhan Yang Mulia Rasulullah saw tidak pernah goyah. Ketika kaum itu melihat bahwasannya bentu-bentuk penyiksaan dan penderitaan tidak memberikan pengaruh apa-apa pada beliau, maka mereka berkumpul dan menjanjikan suatu kerajaan. Mereka ingin menjadikan beliau sebagai pemimpin mereka. Mereka menjanjikan sarana-sarana bersenang-senang sampai mereka juga menjanjikan wanita yang paling cantik. Dengan syarat supaya Yang Mulia Rasulullah saw berhenti mengecam berhala-berhala. Namun sebagaimana ketika menghadapi musibah di Thaif, begitu pula Yang Mulia Rasulullah saw pada saat mendapatkan janji kerajaan ini, tidak mempedulikannya, serta memilih lebih baik dilempari batu. Jadi, kalau tidak ada suatu kelezatan yang khusus maka apa perlunya beliau meninggalkan kesenangan lalu menjerumuskan diri ke dalam kesengsaraan. |
|
Dakwah Rasulullah dan Kemuliaan Rasulullah |
|
Friday, 06 November 2009 09:49 |
|
Kehormatan Rasulullah saw adalah lebih besar daripada kehormatan orang lain. Beliau lah yang menghidupkan dunia kembali. Berkaitan dengan Arab, perzinahan, mabuk dan berperang satu sama lain adalah ciri utama mereka. Mereka telah menghapus hak-hak makhluk hidup (mereka telah menghilangkan anggapan bahwa mereka punya tugas atau hak atas yang lain. Simpati dan niat baik telah hilang. Tidak hanya hak-hak makhluk hidup yang telah diinjak-injak, hak-hak Tuhan pun juga telah tertutup dalam kegelapan yang pekat. Batu-batuan, tumbuh-tumbuhan dan bintang-bintang dijadikan sekutu Tuhan Yang Maha Perkasa. Berbagai macam atheis merupakan hal yang lazim. Manusia yang lemah, bahkan bagian tubuh yang bersifat pribadi pun disembah. Jika seseorang yang berhati tulus menyaksikan keadaan ini dia akan melihat sebuah bentuk tirani yang sangat mengerikan. Hal itu merupakan satu sisi tubuh yag lumpuh, tetapi kelumpuhan itu mempengaruhi kedua sisi (tubuh manusia). Kejahatan total di daerah tersebut, kedamaian dan keamanan tidak terdapat di daratan ataupun di lautan. |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
|
Page 2 of 6 |