Perkembangan Ahmadiyah di Perancis, Jerman dan Inggris PDF Print E-mail
Keyword: perkembangan ahmadiyah, artikel tentang perkembangan islam di inggris, jumlah ahmadiyah di inggris, ahmadia, 
perkembangan islam di jerman, perkembangan islam di perancis.
 
Tulisan ini saya kutip dari Ahmadiyah.info tetang Perkembangan dakwah Ahmadiyah di beberapa negara di Eropa seperti di Perancis, Jerman dan Inggris. Suatu usaha menyebarkan Islam yang bukan tanpa kendala dan hambatan, tetapi semua itu dengan Karunia Allah bisa diatasi dan membuka mata orang-orang Eropa tentang Islam.
 
Mirza Masroor Ahmad mengatakan, "Beberapa minggu yang lalu saya telah mengadakan lawatan ke-beberapa negara di Eropa. Saya telah menyaksikan dari dekat bagaimana Allah taala telah menurunkan banyak sekali barkat dan karunia-Nya kepada Jamaah-jamaah disana. Para Anggota ahmadiyah disana terdiri dari orang-orang yang sungguh-sungguh mukhlis dan setia kepada ajaran Rasulullah saw sehingga mereka mampu mengembangkan tabligh dan dakwah islam yang hakiki kepada masyarakat disana. Didalam rangkaian lawatan itu di Perancis dan German telah dibuka dan diresmikan penggunaan Masjid-masjid disana, di Belanda telah menghadiri Jalsah Salanah dan berdo’a disana, di Belgia telah menyaksikan Ijtima Ansarullah dan telah berdo’a pula disana".
ahmadiyah di Perancis telah mampu membangun sebuah Masjid yang terletak di Saint Prix, dipinggiran kota Paris. Pada tahun 1924 ketika Khalifah kedua ahmadiyah Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad mengadakan lawatan ke Eropa beliau telah meletakkan batu pertama Masjid Fazl London dan beliau menghadiri sebuah konferensi terkenal di Wembley. Pada peristiwa lawatan itu beliau datang juga ke Paris. Dan pada waktu itu ahmadiyah belum berdiri disana, namun disana sebuah mesjid non Ahmadi baru selesai dibangun dengan mendapat bantuan biaya dari Pemerintah Perancis. Shalat pertama dimesjid itu telah dipimpin oleh Beliau. Beliau telah menugaskan Mirza Sharif Ahmad Sahib untuk menjalankan tugas tabligh di Perancis. Pertablighan disana berkembang dengan mengadakan banyak contact atau hubungan dengan masyarakat maupun para penguasa negara, sekalipun pada waktu itu ahmadiyah belum bisa berdiri namun hubungan untuk memperkenalkan Jamaah ahmadiyah telah dilakukan cukup luas disana. Kemudian dengan karunia Allah swt Missi ahmadiyah telah dibuka disana. Akan tetapi mereka belum mempunyai gedung sendiri.

Dimasa Khalifah ke-4 Ahmadiyah - Mirza Tahir Ahmad,  sebidang tanah telah dibeli di Perancis, didalamnya terdapat sebuah Rumah tinggal yang berfungsi sebagai Masjid tempat ibadah  dan sebagai Rumah Missi. Beberapa tahun kemudian di halaman rumah itu telah dibangun sebuah bangungan sebagai mesjid sementara. Jumlah Pengikut ahmadiyah disana semakin bertambah banyak. Diwaktu itu gelombang perlawanan mulai timbul dari kalangan masyarakat setempat, disebabkan kesan-kesan umum terhadap orang-orang islam disana sangat buruk. Mereka tidak dipandang dengan pandangan baik oleh masyarakat setempat. Pada suatu ketika Wali Kota Saint Prix datang berkunjung Ke Tempat ahmadiyah dan memasuki masjid sementara itu tanpa membuka sepatu sambil marah dan berkata-kata yang sangat tidak baik terhadap para pengikut Ahmadiyah. Tetapi tidak ada reaksi apapun yang dilakukan oleh pengikut Ahmadiyah waktu itu selain bersabar.

Pada tahun 2003 telah dibeli rumah yang bersebelahan, kemudian pada tahun 2006 telah dibeli lagi bangunan rumah yang ketiga. Alhasil Ahmadiyah disana telah memiliki tanah yang cukup luas. Dibelakang ketiga bangunan itu tersedia halaman yang cukup luas dan sekarang sebuah mesjid telah dibangun diatas tanah itu. Didalamnya terdapat perumahan untuk tinggal Muballigh dan terdapat sebuah kamar untuk tamu. Untuk mengadakan kegiatan pertemuan-pertemuan berupa jamuan para tamu telah dibangun sebuah dining hall  atau ruang makan yang cukup luas disertai sebuah kitchen.

Tetapi Wali Kota yang dahulu pernah datang kemesjid sambil marah-marah kepada anggota Ahmadiyah sekarang sudah sangat berubah sikap dan mulai berbicara tentang Ahmadiyah dengan penuh hormat dan kecintaan dan dia menyesalkan atas perbuatannya dimasa lalu terhadap Ahmadiyah. 

Pada saat peresmian Mesjid Walikota itu diundang untuk datang pada waktu sore, namun Wali Kota itu telah datang diwaktu pagi dan duduk diruang terpisah sambil mendengarkan ceramah sampai tuntas, kemudian beliau membicarakan tentang Ahmadiyah. Kepada para Wartawan beliau mengatakan, "Saya memberi jaminan bahwa Jema’at ini tidak berbahaya sebab mereka ini tidak mempunyai maksud lain kecuali mengajak manusia didunia untuk menyembah Tuhan dan mengembangkan persahabatan dan perdamaian antara sesama manusia diseluruh dunia". Sekarang pintu gerbang pertablighan sudah terbuka, banyak orang-orang datang untuk  melihat-lihat keadaan masjid. Bahkan ada orang-orang islam yang bertanya kepada mubaligh Ahmadiyah disana, siapa yang telah memberi izin kepada anda untuk membangun mesjid ini, sebab Wali Kota disini sangat keras menentang Islam.

Didalam interviewnya pada tanggal 10 Oktober 2008 lalu telah dimuat didalam surat-surat kabar, kapada para wartawan pak Walikota mengatakan, "Organisasi yang kurang dikenal ini menampilkan cinta-damai dan mengembangkan islam yang sangat lemah-lembut dan patut dihormati. Katanya lagi, saya menjadi saksi bahwa Organisasi ini sangat mencintai perdamaian dan menentang kekerasan. Mereka berbaur dengan masyarakat dan saling mengikat tali persaudaraan satu dengan yang lain". 

Surat Kabar juga telah membuat laporan perkenalan tentang Ahmadiyah. Media lainnya juga telah membuat banyak berita-berita tentang Ahmadiyah. The French National TV juga telah menurunkan liputan berita tentang Ahmadiyah untuk pertama kalinya. Saluran TV lainnya menyiarkan berita tentang peresmian Mesjid. Suasana sedang shalat Jum’at juga secara ringkas ditayangkan. TV24 saluran Bahasa Perancis yang terkenal dan siarannya serupa dengan BBC meliputi seluruh dunia telah memuat berita tentang Ahmadiyah secara rinci. Disiarkannya documentary program, foto mirza Ghulam Ahmad ditayangkan dan diperkenalkan kepada dunia, foto Mesjid dan menara juga ditayangkan dan diberitakan bahwa peresmiannya dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2008.

TV24 ini menyiarkan berita itu sebanyak 4 kali, satu kali didalam Bahasa Perancis, dua kali didalam Bahasa Inggris dan satu kali didalam Bahasa Arab. Disebabkan ruang lingkup peresmian Mesjid ini sangat luas, maka suasana peresmian itu diliput oleh para wartawan negara-negara Francophone, yaitu negara-negara yang berbahasa Perancis. Berita-berita tersebut juga ditayangkan dinegara-negara Afrika yang berbahasa Perancis termasuk negara Mauritius. Dengan demikian peresmian Mesjid ini disiarkan oleh mereka secara Internasional, sehingga jalan tabligh baru telah terbuka lagi bagi Ahmadiyah.

Didalam pidato peresmian Mesjid yang dilakukan pada sore hari itu dihadiri oleh para pegawai tinggi negara dan juga oleh beberapa tokoh masyarakat, disamping para perwakilan dari surat-surat kabar. Khalifah Ahmadiyah – Mirza Masroor Ahmad menjelaskan tentang keindahan ajaran islam dan juga beliau membahas tentang berbagai macam penganiayaan yang dihadapi oleh orang-orang islam dizaman permulaan. Ketika dijelaskan tentang kejamnya kezaliman yang dilakukan terhadap kaum perempuan islam dizaman itu, banyak dari antara mereka yang menyatakan rasa simpati terhadap Islam dan mereka mengatakan, sampai saat ini kami baru mendengar kezaliman yang pernah dilakukan terhadap Islam dizaman itu. Kami hanya mendengar tentang kezaliman orang-orang Islam pada zaman sekarang ini.

Seorang diplomat Bangsa Jerman memberitahukan kepada Mirza Masroor Ahmad  bahwa sekarang dikalangan anak-anak muda Jerman terdapat kecenderungan untuk memeluk agama Islam. Diplomat itu sangat menginginkan agar anak-anak muda itu masuk kedalam Islam Ahmadiyah supaya mereka mendapatkan ajaran Islam yang sungguh-sungguh murni.

Lawatan ke Belanda dan Jerman

Lawatan Khalifah Ahmadiyah – Mirza Masroor Ahmad selanjutnya menuju kenegeri Belanda, disana beliau menghadiri Jalsah salanah (Pertemuan tahunan Ahmadiyah) dan menyampaikan pidato dan memimpin do’a bersama. Program-program Jalsah Salanah pun telah diliput oleh para wartawan surat kabar dan beritanya pun telah disiarkan dengan baik dan jelas tentang Ahmadiyah dan Islam sehingga masyarakat luas mengetahui tentang Ahmadiyah Ahmadiyah.

Dari Belanda Mirza Masroor Ahmad berangkat menuju kota Berlin, Jerman. Disanapun peresmian Masjid baru telah dilangsungkan. Masyarakat disekitar daerah mesjid melakukan protes untuk menentang pembangunan Mesjid itu. Amir Ahmadiyah disana beserta para Jamaah sangat merasa prihatin dengan adanya protes dari masyarakat untuk menentang peresmian Mesjid itu. Penguasa setempat sangat berhati-hati sekali dan telah mengeluarkan peraturan bahwa hanya para undangan saja yang boleh menghadiri peresmian mesjid itu. Peraturan itu sebenarnya terlalu berlebihan. Para penentang telah berencana dengan pasti untuk mengadakan protes menentang peresmian mesjid itu tepat pada hari peresmian, namun dengan tidak disangka tiba-tiba mereka sendiri telah mengumumkan pembatalan rencana itu. Polisi dan media surat-surat khabar sangat berhati-hati sekalipun telah ada pengumuman pembatalan itu, takut kalau-kalau pengumuman secara tiba-tiba itu hanya penipuan. Sebelumnya Mubaligh Ahmadiyah telah berusaha keras memberi penjelasan-penjelasan untuk menjauhkan kesan mereka yang keliru tentang Islam dengan jawaban-jawaban yang sangat tepat dan baik, namun masyarakat tidak menunjukkan rasa puas. Akan tetapi apa yang telah terjadi berada diluar dugaan semua, tiba-tiba pikiran mereka telah berubah dengan cepat sekali. Sikap masyarakat setempat justru sekarang terbalik, merekapun telah mengumumkan untuk mendukung  acara yang diselenggarakan oleh Ahmadiyah itu.

Berbgai media surat-surat kabar yang telah meliput suasana peresmian mesjid Berlin itu. Semua berita didalam surat kabar sangat positif sekali memihak dan mendukung Ahmadiyah. Seorang perempuan datang menghampiri Mirza MAsroor Ahmad  pada waktu peresmian Mesjid Berlin itu dan berkata kepadanya, “Saya seorang penduduk tempat ini yang sudah tua dan telah membaca surat kabar dan melihat di TV tentang mesjid ini dan juga tentang kedatangan Khalifah ketempat kami ini. Saya sengaja datang untuk berjumpa dengan “The Khalifah”.

Resepsi makan malam  telah diadakan pada hari Kamis sore, sehari sebelum peresmian Mesjid itu dilangsungkan, untuk menghormati orang-orang non Muslim disana. Selain Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat German banyak juga para petinggi negara yang ikut hadir didalam resepsi itu dan Wali Kota juga hadir dan banyak perwakilan dari berbagai media masa juga hadir. Para Duta Besar beberapa Negara juga telah hadir. Semua pembicara dari antara tamu menyampaikan sanjungan kepada Ahmadiyah dan juga menzahirkan kebaikan-kebaikan Ahmadiyah dengan cara yang sangat simpati sekali. Dalam kesempatan itu juga Khalifah Ahmadiyah Mirza Masroor Ahmad telah menyampaikan pidato tentang keindahan ajaran Islam dan mendapat sambutan yang sangat baik dari para hadirin. Mereka bukan hanya mendengarkan pidato dengan penuh perhatian bahkan mereka nampak sangat tertarik dan terkesan sekali oleh isi pidato beliau. Diantara mereka mencatat apa yang telah mereka dengar dari pidato beliau dan mereka mengatakan bahwa mereka telah mendapat banyak pelajaran baru dari pidato beliau. 

Peresmian Mesjid Berlin telah diliput oleh berbagai Media Internasional dengan sangat luas sekali. Seratus empat puluh Surat Kabar dari berbagai negara didunia telah meliput acara peresmian Mesjid Khadijah dan menjelaskan pandangan mereka secara luas tentang Jamaah Ahmadiyah. Peresmian mesjid Khadijah ini telah diliput dan disiarkan oleh TV National Jerman. Mirza Masroor Ahmad mengatakan sebelumnya tidak ada kemungkinan untuk mengadakan kontak langsung dengan saluran “Euronews” akan tetapi mereka sendiri telah meliput jalannya peristiwa peresmian Mesjid di Berlin. Dan beberapa saluran TV Arab juga telah menyiarkan peristiwa peresmian Mesjid yang sangat bersejarah ini sekalipun mereka telah memanipulasi tentang Ahmadiyah.

Pada tahun 1923 ketika Ahmadiyah sedang membuat program untuk membangun Mesjid di Jerman, sebuah organisasi dari Mesir telah menghasut pemerintah Jerman bahwa Ahmadiyah adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Imperialis Inggeris. Khalifah Kedua Ahmadiyah, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad waktu itu dengan cepat telah mengirim sebuah artikel kepada Maulvi Mubarak Ahmad Ali Sahib untuk menjawab tuduhan yang menyesatkan dari organisasi itu dan beliau meminta agar artikel itu dimuat didalam surat khabar di Jerman pada waktu itu. Bagaimanapun dunia telah berubah namun tuduhan dan hasutan untuk melawan Ahmadiyah terus berjalan sampai hari ini. Artikel itu telah menerangkan permasalahan yang sebenarnya dengan jelas sekali bahwa orang-orang Ahmadiyah sangat setia kepada Pemerintah dimanapun mereka berada, akan tetapi menyampaikan ajaran agama islam kepada orang lain adalah kewajiban utama kita oleh sebab itu kita terus melaksanakan kewajiban ini tanpa berhenti.

Muballigh Ahmadiyah di Jerman Mln Abdul Basit melaporkan bahwa pasca peresmian Masjid Khadijah di Berlin setiap hari orang-orang Jerman berdatangan untuk melihat-lihat Mesjid yang baru diresmikin pada hari Jum’at itu. Sampai saat itu telah ada 900 orang lebih yang datang ke Mesjid dan bagi mereka disediakan refreshment berupa minuman. Mereka sangat terkesan oleh kesibukan Athfal dan Nasirat (Sebutan bagi anak-anak Ahmadi laki-laki dan perempuan) yang senang bertabligh kepada mereka. Perwakilan dari beberapa Gereja telah datang sambil membawa surat ucapan selamat atas peresmian Mesjid. Dengan karunia Allah swt peresmian Mesjid sangat diterima dan disambut oleh masyarakat setempat.

Hari berikut setelah meresmikan Mesjid di Berlin Mirza Masroor Ahmad pergi meneruskan perjalanan ke Belgia. Disana beliau menghadiri Ijtima Ansarullah (Pertemuan bagi Kaum Tua Ahmadiyah) Belgia. Para anggauta Ahmadiyah telah menyambut kedatangan beliau disana dan sore hari itu juga beliau kembali ke Berlin. Mirza Masroor Ahmad menjelaskan mengapa cepat kembali dari Berlin, sebab di London telah dipersiapkan sebuah resepsi di House of Parliament  yang dipimpin oleh Justine Greening MP, Constituency dimana terletak Fazle Mosque (Masjid Ahmadiyah di London). Resepsi itu dilaksanakan berkenaan dengan Seabad Khilafat Ahmadiyah. Didalam pidato itu Mirza Masroor Ahmad telah menjelaskan tentang kedatangan Imam Mahdi - Masih Mau’ud, peranan Khilafah, sifat ajaran Islam yang aman damai, dan berkenanaan dengan kemunduran ekonomi membawa kearah krisis keuangan dunia, mengenai penggunaan bunga uang dan kewajiban Negara-negara Adi kuasa.

Mirza MAsroor Ahmad menerangkan bahwa pidato beliau mendapat sambutan sangat positif dari para hadirin. Para anggota Parlemen dan juga para diplomat asing telah menyatakan dukungan yang sangat baik terhadap isi pidato beliau sehingga ada beberapa orang yang meminta copy dari pidato tersebut dan banyak orang-orang yang menyatakan benar-benar tertarik dan terkesan sekali oleh isi pidato itu, sehingga ada beberapa orang yang mencatat isi pidato itu. Rombongan Khalifah juga telah mendapat kesempatan untuk shalat zuhur dan asar bersama digedung Parlemen itu. Jelaslah sekarang suara amanah Islam yang hakiki telah didengar digedung Parlemen itu dan telah merubah sikap dan pandangan manusia terhadap Islam dan hal ini menunjukkan bahwa apa yang telah terjadi ini semua semata-mata karunia Allah swt, sebab tidak mungkin usaha kita bagaimanapun kerasnya bisa mencapai hasil seperti itu.

Pihak para penentang mengatakan bahwa Ahmadiyah adalah organisasi yang didirikan oleh Inggris, akan tetapi cobalah pikir, adakah diantara para pemimpin mereka yang mengetahui seluk-beluk ajaran Islam yang tercantum didalam Kitab Suci Al Qur’an??? Mereka tidak tahu perintah Tuhan itu menuju kearah mana. Kebencian mereka justru semakin marak dan meningkat. Sekarang keselamatan orang-orang Islam akan diperoleh jika mereka menerima dan mentaati pesan dan ajaran Imam Mahdi, Masih Mau’ud.

Dikutip dari: Ahmadiyah.info



Related news items:
Older news items:

 

Add comment


Security code
Refresh

Add Site to FavoritesAdd Page to FavoritesMake HomepageShare This PageEmail This Page
Back to Top

Popular

powered by camp26
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday458
mod_vvisit_counterYesterday492
mod_vvisit_counterThis week458
mod_vvisit_counterThis month4033
mod_vvisit_counterAll82012